Senin, 31 Agustus 2020

Ditinggal Istri ke Kebun, Pria di Sumsel Tega Perkosa Anak Tiri



Jumpapoker - Seorang pria, AI (34) di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditangkap polisi. Dia ditangkap setelah memperkosa anak tirinya ketika ditinggal istri ke kebun.

"Peristiwa ini terjadi pada 16 April lalu. Di mana awalnya istri pelaku pergi ke kebun," ujar Kasat Reskrim Polres OKI AKP Agus Prihadinika, Selasa (25/8/2020).

Melihat istri pergi, pelaku masuk ke kamar korban yang tidak memiliki pintu. Di dalam kamar ada pula dua adik korban yang saat itu masih tertidur pulas.

Baca Juga : Viral Klaim Penemuan Obat Covid-19, Masyarakat Waspada dan Jeli Cek Fakta

"Posisi kamar tidak ada pintu, jadi NI bisa langsung masuk dan membekap korban. Jumpapoker Langsung ditarik ke luar dan di situlah dia disetubuhi," kata Kasat.

Agar korban tak melawan, pelaku mengikat kaki dan tangan korban ke tiang rumah dan lemari. Setelah puas, pelaku minta korban tidak membocorkan aksinya kepada orang lain.

Beberapa bulan setelah kejadian, korban yang masih berusia 14 tahun itu pergi ke rumah kakeknya. Kepada kakeknya, RH, korban menceritakan pemerkosaan yang dialaminya.

"Dari laporan kakek korban inilah akhirnya pelaku ditangkap. Ditangkap 13 Agustus kemarin di rumah di Mesuji Makmur, OKI," kata Agus.

Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolres. Pelaku terancam Pasal 81 ayat (1) juncto Pasal 81 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.


Viral Klaim Penemuan Obat Covid-19, Masyarakat Waspada dan Jeli Cek Fakta






















Jumpapoker, Sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, muncul berbagai kabar kontroversi yang dapat membingungkan masyarakat. Mulai dari asal virus, gejala penyakit, cara penularan, penanganan pasien hingga penemuan obat atau anti virus Covid-19. Kontroversi tentang penemuan obat sendiri tak hanya muncul di negara-negara luar tapi juga di dalam negeri Indonesia.

Paling menghebohkan tentu saja klaim Hadi Pranoto kepada publik melalui tayangan video youtube akhir Juli 2020 lalu. Pada video berjudul 'BISA KEMBALI NORMAL? OBAT COVID 19 SUDAH DITEMUKAN !! (Part 1)' yang telah dihapus, Hadi Pranoto yang mengklaim dirinya profesor mikrobiologi ini mengatakan berhasil membuat obat herbal yang bisa menyembuhkan dan mencegah Covid-19. 

"Ya, obat untuk Covid-19. Bisa menyembuhkan dan bisa mencegahkan. Kalau vaksin itu disuntikkan, tapi kalau ini diminum," ujar Hadi Pranoto.

Klaim Hadi tak berhenti di situ, dirinya bahkan mengatakan antibodi Covid-19 berbahan herbal telah disalurkan ke wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Merasa resah dengan konten tersebut, pihak Cyber Indonesia pun melaporkan Hadi Pranoto ke pihak kepolisian. Pemeriksaan Hadi Pranoto masih dalam proses dan video aslinya sendiri telah dihapus dari channel Youtube.


Sejak klaim Hadi viral, berbagai pihak dari sektor kesehatan dan pengawas obat ikut angkat bicara untuk meluruskan informasi. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Daeng Mohammad Faqih mengatakan, klaim dalam video tersebut tidak sesuai dengan keilmuan yang disampaikan para pakar kesehatan terkait Covid-19. Ditegaskan olehnya, herbal atau obat apapun perlu pembuktian ilmiah bisa menyembuhkan atau tidak sehingga harus melalui tahapan penelitian.

“Dalam hal ini, kita harus merujuk kepada Badan POM sebagai pemegang otoritas,” tutur Daeng dalam keterangan tertulisnya.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat dari Hadi Pranoto yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19.

Dijelaskan oleh Badan POM, sebelum dipasarkan, suatu obat baru harus melalui proses pengembangan yang panjang, mulai dari konsep pengembangan obat baru, pengembangan zat aktif, proses pembuatan, metode analisis dan pengujian non-klinik. Selain itu juga program uji klinik yang merupakan tahapan pembuktian keamanan, khasiat, dan mutu obat pada manusia yang datanya akan digunakan untuk registrasi obat tersebut. Uji non-klinis diberikan ke hewan, sedangkan uji klinis diberikan ke manusia.

Untuk menghindari hal yang serupa, masyarakat Jumpapoker dihimbau untuk tetap waspada dan bijaksana terkait menyikapi obat-obatan yang beredar. Sejauh ini salah satu cara untuk menangkal virus Covid-19 adalah memperkuat sistem imun dan daya tahan tubuh. Mulai dari gaya hidup sehat hingga mengonsumsi obat herbal.

Jahe Merah Masuk Kandidat Uji Klinis Immunomodulator


Di antara tanaman herbal yang memiliki khasiat tinggi untuk menjaga sistem imun adalah Jahe Merah. Hal ini dikarenakan jahe merah mengandung gingerol, shogaol dll yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antiinflamasi untuk mencegah infeksi virus dan penyakit. Bahkan, jahe merah juga disebut-sebut memiliki efek immunomodulator yang dapat meningkatkan respons sistem imun.

Dalam rangka mendukung program percepatan penanganan COVID-19, PT Bintang Toedjoe sebagai  salah satu anak perusahaan PT Kalbe Farma, Tbk berinisiatif melakukan uji klinis terhadap jahe merah, untuk memastikan efektivitasnya sebagai immunomodulator pada pasien Covid-19. Uji klinis bekerja sama dengan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).


Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menjelaskan sebelumnya tim peneliti di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta telah selesai melakukan uji klinis kandidat immunomodulator yang berasal dari tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien Covid-19.

Dua produk yang diuji klinis adalah Cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak herbal yang terdiri dari rimpang jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), daun meniran (Phyllanthus niruri), sambiloto (Andrographis paniculata), dan daun sembung (Blumea balsamifera). 

“Uji klinis immunomodulator dengan bahan asli dari keanekaragaman hayati Indonesia merupakan yang pertama yang dilakukan secara independen serta melibatkan banyak pihak untuk memastikan obyektifitas dan akurasinya terjaga,” jelas Tri Handoko.

Terkait uji klinis terhadap jahe merah sebagai immunomodulator, PT Bintang Toedjoe akan membeberkan fakta menarik melalui Webinar yang digelar 31 Agustus 2020. Webinar yang bertajuk Hoax atau Fakta, Uji Klinis Jahe Merah sebagai Immunomodulator Covid-19 ini akan menghadirkan Kepala Badan POM Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko , Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, serta Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Simon Jonatan.

Jumat, 28 Agustus 2020

Jokowi Bagi-bagi Seribu Paket Sembako ke Warga Yogya



Jumpapoker -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan seribu paket sembako kepada warga Yogyakarta. Pembagian yang dilakukan di Gedung Agung ini menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Pantauan detikcom, di Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (28/8), masyarakat mulai mengantre sejak pukul 17.30 WIB. Mereka membentuk dua barisan, dan mengantre hingga gerbang sebelah selatan Gedung Agung, tepatnya yang berada di dekat simpang 4 Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Sebelum masuk ke Gedung Agung warga diwajibkan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Selanjutnya mereka masuk melalui pintu pemeriksaan dan pengecekan barang bawaan Jumpapoker. Setelah melalui tahapan tersebut mereka mengambil paket sembako dan keluar melalui pintu sebelah barat Gedung Agung.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi sempat keluar untuk melihat jalannya pembagian sembako. Mengenakan pakaian batik, Jokowi sempat menyapa masyarakat dan melambaikan tangan. Usai menyapa warga Jokowi kembali masuk ke dalam Gedung Agung.

Terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan setelah acara di Gedung Agung, Jokowi sempat bertamu di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Usai dari Keraton Yogya, Jokowi lalu membagikan ribuan sembako di Gedung Agung.

"Tadi tidak diserahkan langsung tetapi hanya melihat langsung, jumlah kupon (yang dibagikan) seribuan," kata Heroe saat ditemui wartawan di depan Gedung Agung, Kota Yogyakarta, Jumat (28/8/2020).

Heroe menyebut pembagian paket sembako di Gedung Agung itu termasuk agenda dadakan. Menurutnya ada seribu paket sembako yang dibagikan dalam kegiatan sore ini.

"Ini mendadak mungkin para pedagang PKL buruh gendong temen-temen yang ada di Malioboro, jadi sembako ini dibagi spontan," katanya.

"Untuk jumlah (sembako yang dibagi) 1.000 (paket) dan pembagiannya tetap menerapkan physical distancing sekitar 2 meter. Karena itu agak panjang antreannya," sambung Heroe.

Baca Juga : Resmi Diluncurkan Jokowi, Sebanyak 2,5 Juta Pekerja Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000 Hari Ini


Resmi Diluncurkan Jokowi, Sebanyak 2,5 Juta Pekerja Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000 Hari Ini



Jumpapoker, Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi meluncurkan subsidi gaji Rp 600.000 bagi pekerja atau buruh yang pendapatannya dibawah Rp 5 juta. Adapun target penerima subsidi gaji tersebut sebanyak 15,7 juta pekerja.

"Hari ini kita lengkapi yang namanya subsidi tambahan gaji totalnya diberikan 15,7 juta pekerja," kata Jokowi saat peluncuran seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (28/8/2020).

Penyaluran subsidi gaji ini akan dibagikan secara bertahap hingga September 2020. Untuk tahap awal, subsidi Rp 600.000 ribu diberikan ke 2,5 juta pekerja.

"Diberikan hari ini yang kita luncurkan hari ini 2,5 juta (pekerja) dan kita harapkan di bulan September selesai 15,7 juta pekerja semuanya diberikan," ucapnya.

Jokowi menjelaskan subsidi gaji ini hanya diberikan kepada para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Menurut dia, subsidi ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pekerja Jumpapoker yang rutin membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga : Menangis di Depan Jokowi, Perawat Ini Curhat Gajinya Dipotong

"Yang diberikan ini adalah kepada para pekerja yang perusahaan yang rajin membayar iuran Jamsostek.Artinya, ini kita berikan sebagai sebuah reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Dapat Subsidi Selama 4 Bulan

Sebagai informasi, para calon penerima subsidi gaji akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan atau total Rp 2,4 juta. Bantuan itu akan dikirim langsung ke rekening calon penerima.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah berharap bantuan tersebut dapat membantu para pekerja yang pendapatannya terdampak akibat Covid-19.

Program itu melengkapi program jaring pengaman sosial lain yang sudah dijalankan pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi, seperti bantuan sosial oleh Kementerian Sosial dan Kartu Prakerja.

"Mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita pekerja yang hari-hari ini terasa dampaknya sungguh luar biasa," ujar Ida, Rabu 27 Agustus 2020.

Baca Juga : Polisi Belum Menggali Keterangan Keluarga Korban Penembakan

Menangis di Depan Jokowi, Perawat Ini Curhat Gajinya Dipotong


Jumpapoker, Evisonia Simbolon, salah seorang perawat RS Mitra Keluarga mengaku bersyukur mendapatkan subsidi gaji dari pemerintah. Dia mengatakan bantuan tersebut sangat membantunya di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat peluncuran subsidi gaji di Istana Negara Jakarta, Kamis (28/8/2020). Evisonia menceritakan bahwa gajinya Jumpapoker dipotong selama beberapa bulan oleh pihak rumah sakit akibat pandemi Corona.

"Saya pribadi dengan adanya Covid-19 ini kita memang sangat mengalami kesulitan. Kita juga di perusahaan seperti di RS juga mengalami penurunan. 1 bulan itu pun kita setiap karyawan itu mendapatkan namanya cuti di luar tanggungan. Jadi, kita setiap bulan itu dipotong gaji," kata Evisonia kepada Jokowi sambil menangis.

Untuk itu, dia pun berterima kasih kepada Jokowi dan pemerintah atas bantuan tersebut. Jokowi pun bertanya akan digunakan untuk apa uang bantuan tersebut.

Baca Juga : Nadiem Makarim Kaget Ada Wacana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

"Ibu terima 1,2 juta, bulanan sudah dapat gaji juga. (Subsidi gaji) mau dipakai apa?" tanya Jokowi.

Evisonia berencana menggunakan bantuan pemerintah tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, seperti uang transportasi. Pasalnya, kata dia, saat ini ongkos transportasi selama masa pandemi menjadi mahal.

"Kan sekarang juga dengan adanya Covid ini kan, transportasi kita harganya mahal, apalagi gaji kita dipotong. Bisa juga untuk kebutuhan pribadi kita," kata Evi.

Pemerintah salurkan subsidi gaji

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Jokowi mengingatkan jajaran Kemendag agar segera mencari jalan keluar dari krisis yang disebabkan oleh virus corona (covid-19). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jokowi menyadari bahwa hampir semua sektor mengalami penurunan pendapatan selama Covid-19 ini. Kendati begitu, dia mengatakan bahwa kondisi ini juga dialami semua negara.

Untuk itu, pemerintah menyalurkan berbagai program bantuan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi. Mulai dari, subsidi gaji, bantuan sosial tunai, BLT desa, subsidi listrik, hingga bantuan untuk usaha mikro dan kecil.

Sebelumnya, Jokowi menyalurkan subsidi gaji kepada para pekerja yang pendapatannya di bawah Rp 5 juta. Jokowi mengatakan penerima subsidi itu merupakan pekerja dari berbagai kalangan.

"Hari ini saya kira komplet ada pekerja honorer, ada termasuk guru honorer ini, ada petugas pemadam kebakaran, ada juga karyawan hotel ada, tenaga medis perawat ada. Apalagi? petugas kebersihan ada, karyawan hotel ada, ya komplet," ujar dia.

Pemerintah akan memberikan subsidi kepada 15,7 juta pekerja yang disalurkan secara bertahap. Jokowi mengatakan untuk tahap pertama, bantuan diberikan kepada 2,5 juta pekerja.

Adapun masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta dalam dua tahap. Di tahap awal, pemerintah membagikan Rp 1,2 juta.


Kamis, 27 Agustus 2020

Nadiem Makarim Kaget Ada Wacana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa



Wiropoker, Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, sempat melontarkan wacana agar para mahasiswa bisa ikut pendidikan militer atau Program Bela Negara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku kaget saat mendengar adanya wacana wajib militer.

"Saya kaget waktu dengar di media di mana-mana mengenai wajib militer dan topik bela negara," kata Nadiem dalam raker bersama Komisi X DPR RI, di MPR/DPR RI, Senayan, Kamis (27/8/2020).

Nadiem menjelaskan tidak ada pemaksaan terhadap mahasiswa di tingkat universitas. Menurut dia, munculnya wacana pendidikan militer hanya spekulasi saja.

"Jadi saya mau langsung saja di awal saya selesaikan masalah ini. Tidak ada yang namanya wajib belajar, tidak ada yang namanya pemaksanan kurikulum apapun militer atau bela negara di dalam universitas kita. Itu sama sekali tidak jadi bahan diskusi dan itu adalah spekulasi saja," jelas Nadiem.

Nadiem menjelaskan Kemenhan dan Kemendikbud bukan membahas soal pendidikan militer. Dua kementerian tersebut membahas kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapat SKS saat hendak mengambil program pelatihan militer.

"Yang kami diskusikan dengan Kemenhan yang saya sebenarnya sangat semangat adalah sebagai bagian dari Kampus Merdeka bisa mengambil 1 semester di perusahaan,1 semester exchange di kampus lain, satu semester mengajar di kampus mengajar," ucap Nadiem.

Baca Juga : Polisi Ungkap Asal Rp 200 Juta untuk Bayar Pelaku Penembakan di Kelapa Gading

"Bisa juga mengambil program secara voluntery kalau mau masuk program mislanya pelatihan perwira, officer traning kayak di Amerika. Kalau kita ada pelatihan perwira dan mahasiswa kepengen ikuti itu, dia berhak dapat dapat SKS untuk program itu. Dan itu baik sekali melatih kepemimpinan melatih ketahanan nasional. Dia belajar ilmu ketahanan nasional, belajar ilmu militer dan secara fisik," sambungnya.

Nadiem menegaskan hal itu bersifat sukarela bukan kewajiban. Menurutnya, setiap siswa dan mahasiswa dapat memilih sendiri pilihannya masing-masing tanpa paksaan.

"Jadi voluntary saja semuanya suka rela. Sama seperti kampus merdeka. Mana mungkin kita dorong Merdeka Belajar lalu mulai memaksa lagi mahasiswa dipaksa belajar. Tidak. Jadi mohon klarifikasi. Apapun yang kita lakukan tentu dalam asas atau semangat kemerdekaan, merdeka suka rela, mahasiswa dan siswa memilih sendiri, tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, wacana pendidikan militer satu semester mahasiswa ini disampaikan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono dalam sebuah diskusi online yang disampaikan Wiropoker melalui siaran pers, Minggu (16/8/2020). Trenggono mengatakan nantinya mahasiswa bisa mengikuti pendidikan militer yang nilainya bisa dimasukkan ke dalam SKS yang diambil.

Baca Juga : Polisi Belum Menggali Keterangan Keluarga Korban Penembakan

"Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer. Nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan. Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya," kata Wahyu.

Wahyu mengatakan kecintaan terhadap negara oleh milenial juga bisa ditunjukkan dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

"Komcad ini bukan wajib militer," kata Wahyu.

Rabu, 26 Agustus 2020

Polisi Ungkap Asal Rp 200 Juta untuk Bayar Pelaku Penembakan di Kelapa Gading



Wiropoker | Situs wiropoker | Link alternatif wiropoker, Nur Luthfiah (35) merencanakan penembakan Sugianto (51) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan menyewa pembunuh bayaran sebesar Rp 200 juta. Polisi pun mengungkap asal usul uang yang digunakan Nur Luthfiah untuk membayar para eksekutor.

"Yang 200 juta ya bisa dikatakan uangnya NL (Nur Luthfiah)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (24/8/2020).

Nana mengatakan uang Rp 200 juta itu merupakan tabungan Nur Luthfiah. Nur Luthfiah rela menguras tabungannya lantaran takut dilaporkan ke polisi oleh korban lantaran menggelapkan uang pajak.

"Simpanannya NL ini. Memang mereka merasa saya dalam keadaan terancam dan takut dilaporkan ke polisi sehingga disiapkan Rp 200 juta untuk bunuh," ucapnya.

Nana menyebut Nur Luthfiah, yang merupakan karyawan korban, merencanakan pembunuhan lantaran sakit hati dilecehkan dan mendapat ancaman dari korban. Nur Luthfiah kemudian meminta suami sirinya, Ruhiman (42), untuk mencari orang yang mau mengeksekusi korban.

Setelah didapatkan yang bersedia mengeksekusi, selanjutnya pada 4 Agustus, Nur Luthfiah langsung mentransfer uang Rp 100 juta kepada Ruhiman dan selanjutnya pada 6 Agustus mentransfer Rp 100 juta kepada tersangka Ir Arbain Junaedi (56).

"Jadi Rp 200 juta uang diserahkan kepada para sindikat," ucap Nana.

Setelah para eksekutor dibayar, para tersangka kemudian sepakat mengeksekusi korban pada 13 Agustus 2020. Sugianto ditembak sebanyak 5 kali oleh tersangka Dikky hingga tewas di depan ruko miliknya Wiropoker.

Total ada 12 tersangka yang ditangkap terkait penembakan maut ini. Mereka adalah Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Tersangka Ruhiman, Dikky Mahfud, Syahrul, Mohammad Rivai, Dedi Wahyudi, Ir Arbain Junaedi, Sodikin, Suprayitno, dan Totok Hariyanto ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Herman Edco Simbolon, Kompol Ressa F Marasabessy AKP Mugia Yarry Junanda, AKP Nor Marghantara, dan AKP Rulian Syauri.

Tersangka Rosidi dan Sarmada ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Jerry R Siagian. Sementara tersangka Nur Lutfiah ditangkap tim Polres Metro Jakarta Utara di bawah pimpinan Kompol Wirdhanto Hadicaksono.